web analytics
Menu Tutup

Cegah Penyakitnya, Peduli Orangnya, demi Masa depan yang Gemilang tanpa HIV/AIDS

Purwokerto (01/12). Kelompok Kerja PPAN  (Pramuka Peduli dan Anti NAPZA) Racana Soedirman Unsoed menyelenggarakan peringatan Hari HIV/AIDS sedunia. Acara ini berlangsung atas dukungan dari PARKA (Perhimpunan Pramuka Pandega Racana Kabupaten Banyumas) yang merupakan gabungan Pramuka di tingkat perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Banyumas. Selain itu, acara ini juga didukung oleh KPA (Komisi Penanggulangan HIV/AIDS) yang ada di Banyumas. Peringatan yang jatuh setiap 1 Desember ini memiliki tema “Saya Berani, Saya Sehat,”.

Tidak kurang dari 70 orang Pramuka Pandega di tingkat perguruan tinggi dan 49 orang pramuka penegak di tingkat SMA mengikuti kegiatan tersebut. Beberapa satuan karya yang ada di Banyumas juga turut berpartisipasi dalam acara. Diantaranya yaitu Saka Kencana, Saka Wanabakti, dan Saka Bhayangkara.

Kegiatan yang bertempat di Pendopo Wakil Bupati tersebut dibuka oleh  dr. Budhi Setiawan selaku Wakil Bupati Banyumas. Beliau menuturkan bahwa,“Keterlibatan generasi muda, khususnya Pramuka adalah penting. Kami memberikan apresiasi, semoga semangat ini lebih dapat dikelola sehingga lebih banyak mahasiswa yang bisa lebih aktif lagi dalam proses menanggulangi HIV/AIDS,”. Beliau juga berharap agar peringatan HIV/AIDS menjadi hari kepedulian dan kebersamaan bagi generasi muda.

Wakil Bupati Kabupaten Banyumas Bapak Budhi Setiawan

Acara ini mendapat antusiasme dari para peserta. Setelah mengikuti workshop oleh KPA, peserta diajak untuk melakukan orasi serta pembagian pita dan pamflet serta orasi tentang HIV/AIDS dan cara pencegahannya yang dilakukan di sekitar Jl. Jenderal Sudirman No.588, Purwokerto Selatan., Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53141.

 

Koordinator kegiatan, Kak Gina Sopa Soliha, menuturkan bahwa dengan waktu persiapan kurang lebih satu bulan, acara ini dapat berjalan dengan lancar. Ia juga berharap acara ini mampu memberikan edukasi bagi generasi muda atas bahaya HIV/AIDS dan juga wawasan mengenai ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) agar tidak dikucilkan dalam kehidupan bermasyarakat.

HIV/AIDS menjadi salah satu penyakit serta isu yang menjadi perhatian dunia. Penyakit yang menyerang sistem imunitas ini menular melalui jarum suntik yang digunakan bersama, hubungan seks bebas, pemberian ASI ODHA kepada anaknya, dan transfusi. Sosialisasi kepada generasi muda atas pencegahan penyakit dan cara penularannya penting pada jaman ini agar jumlah ODHA tidak meningkat secara drastis. Menurut data Global Statistic HIV, ada sekitar 36,7 juta orang di seluruh dunia yang hidup dengan HIV / AIDS pada akhir tahun 2016. Dari jumlah tersebut, 2,1 juta adalah anak-anak (<15 tahun). Namun, saat ini hanya 60% orang dengan HIV mengetahui status mereka. Sisanya 40% (lebih dari 14 juta orang) masih perlu mengakses layanan tes HIV.